Dan Betapa Relatifnya Jarak itu

9 Apr 2012

Saya terdiam melihat lalu lintas dari Pejaten menuju Tendean- Jakarta Selatan yang macetnya minta ampun. Utamanya mulai dari Mampang 7 hinga ke peremapatan mampang. Jalur ini adalah jalur neraka kata seorang kawan. Ya memang hampir setiap jam jalan ini macet.

Waktu tempuh di jalur Pejaten menuju Tendean sebenarnya sekitar 15 menit dengan menggunakan metro mini jika tak macet. Jika sedang macet jangan harap 30 menit bisa sampai., bahkan lebih dari 1 jam di jam-jam sibuk.

Itulah jarak di dunia nyata, terkadang membuat yang dekat menjadi ‘jauh’. Begitu juga di dunia maya, justru kadang mendekatkan yang jauh dan menjauhkan yang dekat. Dan dunia virtual kadang membuat Komunikasi Lengkap Seharian jadi lebih mudah dan menyenangkan.

Dunia Virtual Mendekatkan yang Jauh

Suatu ketika kawan ngetweet bahwa dia merasa jadi pehubung antara saya dan kawan designer. Padahal designernya dan saya berada dalam satu ruangan, sedangkan dengan kawan tersebut beda gedung.

Kok bisa? karena design yang dibuat ada sedikit kekurang sesuai dengan ketentuan. Saya sampaikan ke teman tersebut agar di revisi ke designernya via YM. Padahal kenapa tidak saya bicara langsung ke designernya, toh kita satu ruangan. Ya tapi begitulah kadang dunia online, membuat jarak itu relatif.

Lain hal dengan yang cerita yang ini. Pathner kerja saya ada di beda gedung, dia yang harus menghadle hal yang lebih ke sisi teknis. Tepatnya dia berada di Gedung aldevco dan saya di Tendean. Kami berkomunikasi hanya dengan email, ym dan sekali-kali twitter, ketika ada hal teknis kita biacarakan lewat Skype. Alhamdullilah sampe saat ini masih lancar.

Cerita lainnya adalah dengan Sahabat yang berada di Jepang. Setelah di Jepang, rasanya kami lebih sering berkomunikasi. Kita masih sering bertegur sapa via skype, berdiskusi di group facebook tetang rencana ia setelah kembali. Menyenangkan bisa bisa terus berkomunikasi walau jarak kita berjauhan, bahkan Komunikasi Lengkap Seharian.

Begitu juga dengan kawan yang ada di bandung, bogor dan Tangerang, Walau yang di Serang Banten agak jarang. Kita bisa tetapi bisa berkomunikasi lewat online. Dan rasanya jarak Nyata itu menjadi tak masalah di online. Bahkan ketika ketemu, rasanya tak pernah ada jarak diantara kita.

Dan Masa depan itu ada di tangan kita

Masa depan itu ada di tangan anda, saya suka kata-kata itu. Bagi saya itu berarti masa depan itu ada ditangan kita, jadi harus di perjuangkan. Arti lainnya seperti kata ‘ramalan’ para ahli Digital tentang dunia mobile. Ya itu berarti bahwa masa depan ada di genggaman ada di tangan kita dengan perangkat mobile ada di genggaman kita.

Tak perlu menungu nanti, kini memang rasanya kita sudah ada di masa itu. Masa dimana perangkat kita berada di genggaman kita. Kapanpun, dimanapun dan dengan siapapun perangkat mobile ( smartphone) itu selalu ada di gengaman kita.Ya mulai dari bangun tidur sampai bangun lagi.

Dan dengan smartphone di genggaman kita membuat kita berkomunikasi lengkap seharian menjadi lebih mudah. Semoga


TAGS


-

Author

Follow Me