Konten is king, tentu kata itu sudah tidak asing lagi bagi kita. Ya..konten menjadi hal utama dan terpenting di internet.

Indonesia termasuk negara dengan jumlah populasi yang sangat besar. Akan tetapi jumlah populasi itu tidak sebanding dengan konten yang dihasilkan oleh orang Indonesia, jika dibanding Singapura, kita masih kalah jauh tertinggal dalam menghasilkan konten. Simak tulisan mas DonnyBu di blognya cara sederhana membandingkannya.

Saat ini pengguna Internet Indonesia mencapai 60 juta pengguna dengan yang penetrasinya mencapai 23%. Ironisnya Sekitar 70% efek dari pertumbuhan Internet Indonesia ternyata dinikmati oleh konten asing. 8 dari 10 konten yang paling sering diakses oleh pengguna Internet Indonesia adalah konten asing.

So apa yang kita lakukan? Ya tidak ada kata lain, buat Konten-konten lokal. Saya sudah membuat category di blog ini Content Indonesia Banget untuk membahas web atau konten lokal yang menarik, tapi belum bagitu update juga :D.

Melihat sedikitnya produksi konten lokal di Indonesia, klikindonesia.org membuat gerakan untuk mengajak agar pengguna internet Indonesia membuat Konten Asli Indonesia. Seperti dikutif dari webnya klikindonesia.org, Klik Indonesia telah mendapat dukungan dari pemerintah melalui Deparinkraf, Kemendikbud, Kemkominfo, Detiknas, dari berbagai organisasi, antara lain APTIKOM (Asosiasi perguruan tinggi komputer), IMOCA (Mobile content), AINAKI (Animasi dan Kartun) , dan telah bergabung +/- 1600 konten lokal.

Silahkan daftarkan website kamu untuk masuk kedalam daftar situs lokal indonesia yang akan diikutsertakan dalam program-program kerja klik indonesia, di klikindonesia.org.

Tulisan sebelumnya di post disini

Content marketing, kata itu mungkin sudah mulai akrab. Apa itu content marketing, saya sudah pernah menulis di posting sebelumnya: Mengenal Content Marketing.

content marketing Majalah detik & Marketeers

Majalahdetik & Majalah Marketeers

Kalau males membaca link saya berekan, baiklah saya coba disederhanakan, content marketing itu soal bagaimana memarketingkan suatu produk atau jasa melalui content yang memberikan nilai tambah dan menarik bagi customer, calon customer atau pembacanya sehingga ada action untuk membeli produk atau jasa.

Nah..pada postingan kali ini, saya akan mencoba menulis tentang beberapa produk yang saya lihat menjalankan content marketing. Sesuai judul diatas, dua produk itu adalah Majalan Detik yang merupakan majalah digital dan Majalah Marketeers yang merupakan majalah cetak khusu membahas marketing.

Belajar Content Marketing Dari Majalan Detik

Majalah detik merupakan majalahdigital produk detikcom. Terbit setiap seminggu sekali disetiap akhir pekan dengan berbagai versi PDF untuk yang mengakses di Desktop dan Laptop, Applikasi Majalahdetik yang sudah tersedia untuk Ipad (ios) dan Andriod.

Hal yang menarik dari Majalahdetik ini adalah bagaimana detik.com lewat kanal detiknews.com membuat kategori khusus yaitu Lapsus (laporan khusus). Bagi saya menarik karena content di Lapsus merupakan content yang ada di Majalah detik namun disajikan hanya bagaian yang menariknya saja.

Menarik karena bagi saya lapsus itu merupakan Content Marketing dari Majalan Detik. Dimana content di lapsus merupakan bagian content dari Majalah detik namun disajikan hanya bagaian yang menariknya saja dengan tujuan menggoda agar pembaca mau mendownload (dan tentunya membaca lebih lanjut di ) Majalah detik.

Postingan Content Lapsusnya juga diposting setiap hari satu content dari hampir dari hari senin jumat setiap edisinya. Dan setiap bagian akhir postingan contentnya selalu ada ajakan untuk mendownload untuk membaca ulasan lebih lengkapnya.

Belajar Content Marketing Dari Majalah Marketeers

Berbeda dengan Majalah Detik yang majalah digital, Majalah Marketeers merupakan Majalah Cetak yang khusus membahas dunia pemasaran atau marketing. Dan Majalahterbit setiap bulan sekali.

Akan tetapi sama halnya dengan Majalah Detik, Majalah Marketeers juga menjalankan Content marketing melalui webnya the-marketeers.com. Dengan category Main Story atau spotlight, Majalah Marketeers memberikan ulasan singkat dan menarik tentang tema yang diangkat dan bagian-bagian yang manariknya. Dan Peredisinya diposting 3 sampai content.

Ya..seperti di saya sebut diatas jika content marketing tentang bagaimana mencitakan content yang menarik dan bernilai sehingga ada action dari calon kosumennya. Dalam contex majalah detik dengan kategori lapsusnya merupakan sarana content marketing untuk menarik pembaca agar mau mendownload Majalah Detik, sedangkan Majalah Marketeers menjalankan content marketinng melalui kategori Main Story atau spotlight.

Lalu bagaimana dengan Majalah anda? atau produk dan jasa anda?.

Ada fenomena menarik setahun belakangan ini di social media, utamanya di Indonesia. apa? Ada banyak contest di social media. Ya..contest dengan hadiah-hadiah yang menarik dengan memanfaatkan facebook, twitter, kaskus dll.

Walau saya tak punya datanya, tapi mengadakan contest menjadi pilihan bagi perusahaan social media. Menariknya, contest menjadi pilihan banyak perusahaan terjuan ke social media. Tak salah sih mengadakan contest di social media.

Contest bisa saja menjadi pilihan tepat sesuai tujuan si brand atau perusahaan, misalnya untuk membangun Brand awareness. Apaalgi banyak brand atau perusahaan yang mengukur keberhasilan terjun ke social media dari angka follower twitter atay liker FB, jadi contes bisa saja menjadi cara singkat mendapat banyak follower.

Fenomena Quiz Hunter

Quiz hunter, mungkin kata itu kerap kita dengar, baca di timeline atau di blog. Kata itu mulai familiar seiring perkembangan social media dan fenomena contest itu sendiri.

Quiz hunter, ya para pemburu Qiuiz/contes. Awalnya kata quiz hunter familiar di twitter namun kini mulai familiar chanel di social media lainnya.

Saya beberapa kali ikut contest..tapi tak pernah menang, mungkin tidak berbakat dan kurang perjuangannya untuk menang. Ingin rasanya tau bagaimana jadi Quiz hunter yang sukses :D

Tapi lain hal dengan cerita seorang kawan yang selalu hoki dapat hadiah Quiz. Sejumlah gadget-gadget terbaru berhasil ia dapatkan dari contes..wow.

baca juga postingan saya Contest Is King Atau Conten Is King?

Social media dan sepakbola

Social media dan sepakbola

Ya..social media memang ranah bebas. Setiap pengguna mempunyai kebebasan untuk menggunakannya. Hanya dirinya sendiri yang menjadi pembatas bagidirinya sendiri. Nah berikut beberapa pemain sepakbola yang pernah bermasalah atara dirinya dan twitter.

Carlton Cole dan Danny Gabbidon, kena denda

Dua pemain West Ham United ini sama-sama kena denda akibat ocehannya di twitter. Carlton Cole didenda 20.000 pound ($ 27,000) karena tweet membuat lelucon soal keimigrasian sebelum pertandingan persahabatan antara Inggris vs Ghana. Sedangkan rekan setemnya Danny Gabbidon didenda 6.000 ($ 8,000) karena menggunakan bahasa kotor di Twitter dan mendorong West Ham mempertimbangkan untuk menambahkan klausul kontraknya.

Rayn Babel, 2 Kali mengeluh di twitter soal Wasit

Rayn Babel yang kini membela Hoffenheim kembali tersandung masalah lantaran kicauannya di akun Twitter terhadap wasit. Federasi Sepak Bola Jerman (DFB) sedang menyelidiki kasusnya.

Sebelumnya, saat masih di Liverpool sempat mendapatkan hukuman dari FA sebesar 10 ribu poundsterling atas tulisannya di Twitter. Pemain Belanda itu menuduh wasit Howard Webb sebagai pendukung Manchester United saat Liverpool 0-1 dari United di Piala FA.

McClean Menutup Akun Karena ada ancaman

McClean sempat membela Timnas Irlandia Utara level U-21. Namun ketika di tawari masuk timnas senior ia menolak dan memilih Timnas Republik Irlandia.

Pilihannya tersebut berbuntut pada penutupan akun twitternya. Karena ada banyak makian yang bersifat sekte, bahkan ancaman pembunuhan terhadap akun twitternya. Diyakini, yang menyerang McClean adalah orang-orang Irlandia Utara yang merasa tak senang karena si pemain “membelot”.

Alasan Pemecatan Warnock karena twitter

Warnock adalah sosok pelatih yang behasil membawa Queens Park Ranger ke kasta tertinggi sepakbola inggris. Akan tetapi malang baginya, dikasta tertinggi tersebut penampilan QPR tidak ciamik, ia harus di pecat dan di gantikan Mark Hughes. Tak terima dipecat, Warnock menuding pemecatannya dikarenakan Twitterm bukan karena buruknya prestasi QPR di Premier League.

Tulisan diposting juga di Bagaimana pemain Sepakbola menggunakan social media?

Detikcom - Legenda Media Online

Detikcom - Legenda Media Online

Kemarin waktu ke gramedia tak sengaja nemu buku ini. Langsung tak mikir panjang untuk beli. Karena bukunya pasti menariklah.

Bener pas baca, ada banyak yang menarik dan bisa di ketahui tentang detikcom dan dapur detikcom. Cerita tentang banganmana perjuangan awal membangun detikcom.

Era detikcom perjuangan dari koin Cepek, pagger hingga wartawan yang harus menjelaskan apa itu detikcom. Narasumber yang tak mau di Wawancarai hingga ada Narasumber yang tanya dimana beli koran detikcom.

Cerita berita pertama detikcom. Bagaimana serunya membangun keredaksian detikcom yang militan itu. Wartawan yang di rekrut detikcom pertama adalah perempuan, salah satunnya adalah mba nurul. Ada mas Karmin termasuk orang yang ikut membesarkan detikcom dari sisi IT di awal-awal.

Saya jadi tahu bagaimana detikcom di bangun. Bagaimana nilai-nilai dari detikcom dalam kerja dulu. Bangga juga bisa jadi bagian dari detikcom ini. Hebat buat para pejuang detikcom.

Lagi seneng sama pinterest nih, kalau kemaren hasil nemu kemudian saya repin, ini postingannya: Cara pasang Tali Sepatu. Kali ini coba buat sendiri. Kumpulin imagenya Steve Jobs yang menggunakan Turtleneck Shirt dan lagi bawa Produk Apple.

Saya pin juga di pinterest saya disini ya di silahkan di cek aja ke TKP.

Source: Uploaded by user via Odin on Pinterest

Pake sepatu bertali? suka lepas terus?. Atau bosan dengan gaya tali sepatu yang gitu-gitu aja.

Mungkin bisa pake gaya dibawah ini. Saya temukan gambar ini dari pinterest. Karena ini menarik maka saya repin lah. Bagus kan

Soal interest, udah pake pinterest kan? kalau belum cepetan pake, lagi rame. Follow saya ya beoding. Kalau masih bingun apa itu Pinterest dan fitur menariknyanya baca ini.

Source: fashionablygeek.com via Odin on Pinterest

Saya terdiam melihat lalu lintas dari Pejaten menuju Tendean- Jakarta Selatan yang macetnya minta ampun. Utamanya mulai dari Mampang 7 hinga ke peremapatan mampang. Jalur ini adalah jalur neraka kata seorang kawan. Ya memang hampir setiap jam jalan ini macet.

Waktu tempuh di jalur Pejaten menuju Tendean sebenarnya sekitar 15 menit dengan menggunakan metro mini jika tak macet. Jika sedang macet jangan harap 30 menit bisa sampai., bahkan lebih dari 1 jam di jam-jam sibuk.

Itulah jarak di dunia nyata, terkadang membuat yang dekat menjadi ‘jauh’. Begitu juga di dunia maya, justru kadang mendekatkan yang jauh dan menjauhkan yang dekat. Dan dunia virtual kadang membuat Komunikasi Lengkap Seharian jadi lebih mudah dan menyenangkan.

Dunia Virtual Mendekatkan yang Jauh

Suatu ketika kawan ngetweet bahwa dia merasa jadi pehubung antara saya dan kawan designer. Padahal designernya dan saya berada dalam satu ruangan, sedangkan dengan kawan tersebut beda gedung.

Kok bisa? karena design yang dibuat ada sedikit kekurang sesuai dengan ketentuan. Saya sampaikan ke teman tersebut agar di revisi ke designernya via YM. Padahal kenapa tidak saya bicara langsung ke designernya, toh kita satu ruangan. Ya tapi begitulah kadang dunia online, membuat jarak itu relatif.

Lain hal dengan yang cerita yang ini. Pathner kerja saya ada di beda gedung, dia yang harus menghadle hal yang lebih ke sisi teknis. Tepatnya dia berada di Gedung aldevco dan saya di Tendean. Kami berkomunikasi hanya dengan email, ym dan sekali-kali twitter, ketika ada hal teknis kita biacarakan lewat Skype. Alhamdullilah sampe saat ini masih lancar.

Cerita lainnya adalah dengan Sahabat yang berada di Jepang. Setelah di Jepang, rasanya kami lebih sering berkomunikasi. Kita masih sering bertegur sapa via skype, berdiskusi di group facebook tetang rencana ia setelah kembali. Menyenangkan bisa bisa terus berkomunikasi walau jarak kita berjauhan, bahkan Komunikasi Lengkap Seharian.

Begitu juga dengan kawan yang ada di bandung, bogor dan Tangerang, Walau yang di Serang Banten agak jarang. Kita bisa tetapi bisa berkomunikasi lewat online. Dan rasanya jarak Nyata itu menjadi tak masalah di online. Bahkan ketika ketemu, rasanya tak pernah ada jarak diantara kita.

Dan Masa depan itu ada di tangan kita

Masa depan itu ada di tangan anda, saya suka kata-kata itu. Bagi saya itu berarti masa depan itu ada ditangan kita, jadi harus di perjuangkan. Arti lainnya seperti kata ‘ramalan’ para ahli Digital tentang dunia mobile. Ya itu berarti bahwa masa depan ada di genggaman ada di tangan kita dengan perangkat mobile ada di genggaman kita.

Tak perlu menungu nanti, kini memang rasanya kita sudah ada di masa itu. Masa dimana perangkat kita berada di genggaman kita. Kapanpun, dimanapun dan dengan siapapun perangkat mobile ( smartphone) itu selalu ada di gengaman kita.Ya mulai dari bangun tidur sampai bangun lagi.

Dan dengan smartphone di genggaman kita membuat kita berkomunikasi lengkap seharian menjadi lebih mudah. Semoga

Hari ini dan kemarin sepertnya warga jakarta dan kota pendukungnya mulai galau. Ya apalagi kalau bukan Banjir. banjir memang salah satu permasalaha di jakarta ini, selain macet tentunya.

Beberapa daerah ada yang tergenang. Utamanya ya daerah pinggir sungai. Seperti berita detiknews ini: Jakarta Dikepung Banjir! dan Ini Kawasan di Jakarta yang Masih Terendam Banjir.

Bajir di Ibukota ini memang tak aneh dengan namanya banjir. “kan gak tiap hari, kalau banjir ya ngungsi dulu.Mau pindah, ya pindah kemana, dijual juga ga ada yang mau” begitu jawaban orang disekitar kost saya yang dulu, dimana rumahnya sering kebanjiran. Bahkan Bang Foke, Gubernur Jakarta dalam sebuah kesempatan menyebut beberapa banjir itu hanya genangan saja. Keren kan.

Banjir dan bajir.. selain banjir yang dihadapai warga jakarta ya apalagi kalau bukan macet. Agak aneh rasanya kalau jakarta sehari tanpa macet. Macet itu menjadi keseharian bagi orang yang kerja di jakarta. Coba perhatikan celotehan status di facebook atau twitter orang yang melalui jalanan yang lancar, semua pada heran. Dan Kalau jakarta gak macet itu kalau lagi lebaran saja.

Saya memutuskan kost di belakang kantor untuk menghindari macet. Saya membayangkan orang yang sudah punya rumah dan tiap hari harus bergelut dengan macet. Bahkan ketika moment banjir seperti ini ada yang harus memakan waktu 2 jam menuju kantor yang biasanya hanya satu jam. Luar biasa mereka itu.

Macet, banjir dan.. palagi kalau bukan masalah angkutan yang kurang bagus. Tak ada pilihan, naik Bis macet dan polusinya, sopirnya yang ugal-ugalan, naik angkot ngetemnya lama dan masih ngat toh dengan kasus-kasus pelecehan dingkota itu dan ada yang mendingan naik busway, itupun nunggunya lama dan harus berdesak-desakan.

Dengan perjuangan itu, “kualitas hidup” di orang yang hidup dan bekerja di jakarta itu keren. Macet dan Banjit itu sudah biasa tapi kapan berakhir ?

Baru saja sampe kost-an, langsung terpikir buka laptop buat update blog. Update blog soal acara Standup Comedy KOPER pukul 20.00 wib hingg 23.20 wib tadi ( tanggal 17/02/2012 ) di Graha Bhakti Budaya Taman Ismail Marzuki Jakarta. Saya beruntung bisa menonton acara Stand Up Comedy KOPER itu, acaranya keren. Apalagi tiketnya gratis dari temen kantor.

Standup Comedy KOPER: Standup Comedy dan Teater

Dari namanya Stand Up Comedy sudah jelas itu adalah acara Stand Up Comedy yang sekarang lagi hype di Indonesia. Eh kalau ada yang bertanya Apa itu standup comedy? tak perlu saya jelaskan panjang lebar, silahkan googling saja “Stand Up Comedyatau “Stand Up Comedy Indonesia”.

Stand Up Comedy KOPER ini berbeda dengan acara Standup Comedy yang biasa saya liat Youtube, Metro TV dan KompasTV. Biasanya Comic tampil sendiri-sendiri. Cerita yang disampaikan oleh satu comic dengan comic lainnya tidak berkaitan.

Akan tertapi berbeda Stand Up Comedy KOPER ini, comic memanikan satu alur cerita seperti layaknya teater. Begitu juga latar panggung, tata cahaya, music juga di set seperti layaknya sebuah pertujukan Teater. MEnariknya tanpa menghilangkan jati diri Stand Up Comedy itu sendiri yang tampil sendiri dan si Comic-nya tetap bisa open mike seperti ciri kahsnya masing-masing.

Menurut saya itu yang menarik ide bagus, menggabungkan teater dan Standup comedy. Alur ceritanya sederhana, teaternya dapet dan tentunya Standup comedynya jelas dapet. Setiap comic juga tak kehilangan ciri kahsnya, seperti ernes dengan Cinanya, akbar dengan politiknya, Boris dengan bataknya, Sakdiyah dengan Arabnya dan lainnya.

Standup Comedy : Hiburan Alternatif

Stand Up Comedy yang sekarang lagi hype memang di Indonesia. Orang mulai mengenal genre Comedy yang satu ini di Indonesia walaupun sebenarnya sudah dagelan ala Stand Up Comedy ini sudah masuk ke Indonesia. Beberapa tahu belakangan Stand Up Comedy mulai ramai di Indonesia seiring dengan perkembangan internet khususnya social media. Dan beberapa kota suda memiliki komunitas-komunitas tersendiri, tak hanya di jawa tapi juga di kalimantan dan Sumatra.

Stand Up Comedy ini jelas bisa menjadi alternatif hiburan dari pilihan hiburan-hiburan yang ’suram’. Seperti kita tahu pilihan hiburan-hiburan yang ada, sinetron yang hanya berisi keabsurd-an, Film yang didominasi oleh soal sex dan Hantu, sepakbola yang lagi kisrum, lawak masih soal pukul-pukulan dan lelucun mbully, Serta Lawakan- dagelan- sinetron politik dan hukum di negeri ini. Jadi ya standup comedy bisa jadi alternatif hiburan.

Standup Comedy itu Sensitif dan Terbuka

Kalau dibilang dagelan ala Stand Up Comedy ini segmented, saya pikir ya. Tapi bukan berarti hanya untuk kelas tertentu, saya maksud segemented adalah hanya bisa di nikmati oleh orang yang sensitif dan berpikir terbuka. Itulah kenapa tak semua orang bisa menonton standup comedy.

Wajar juga toh kebanyakan lawakan yang dibawakan adalah lawakan tentang SARA, SEX dan Politik. Jelas pilihan tema itu adalah tema yang ‘berat’ dan sensitif, beda dengan lawakan mbully orang karena wajahnya, jadi banci-bancian dll.

Dan pada akhirnya weekend saya kali ini pecah di standup comedy KOPER.