Bals Dendam

9 Februari 2010

Udah lama ga nulis di pagihari. Lagi9 kange ceritanya nulis pagi neh.., lumayan ada waktu sebelum pulang, abies ngantuk banget.

Setelah semalem menikmati malam, dan sekaranga ngatuk bangat. Dan Ingin segera pulang, ingin segera balas Dendam.!!. Huaam,,,!!, mana tuh kasur and baltal..aku merindukanmu (halahhh lebay)..

Orang Malam

9 Februari 2010

Aku orang malam. Lebih tepatnya, Aku sedang belajar jadi orang malam. Mengarungi malam dikala setiap mata sudah terpejam, merbahkan badan dipraduan setelah seharin menjalani aktifitas.

Menarik, menjadi orang malam menarik kupikir. Dikala orang sedang terlelap alam mimpi, aku menikmati malam. Manimati kehingan malam, menimati sebuah ketenangan malam. Hanya menatapi Desktop ditemani suara deru CPU yang mulai hank, dan sesekali gemuruh music “tetangga”sebelah. Apalagi ini ini adalah malam pertama sebagai orang malam aku menjadi orang malam.

Mata tak henti-hentinya memandangi desktop itu, mungkin saja ada kata-kata hujatan, makian ata kata seks dan Sara, yang tak pantas untuk di tampilkan yang harus ku Filer. Tapi tetap saj ada yang lolos, kata-kta itu terkadang ada saja yang lolos.

Penuh kejutan

5 Februari 2010

Malam..!. Ini bukan sekedar malam biasa…(halah..kok ikutan latah ya..). Pasalnya malam ini, walau lelah setelah mencari keringat (olahraga), tetap ‘memaksakan’ posting. Ada yang selalu menganjal dalam benak ini jika tak di tumpahkan..(lebaay dah..).

Minggu ini, banyak kejutan. Aku teringat pada kejadian pada hari kamis kemarin. Medengar kabar itu, rasany a dunia akan runtuh..(**lebay lagi). Aku sepenuhnya sadar dan menerima akan kabar itu, toh sudah sebuah hukum alam, dimana ada pertemuan dan disitu ada perpisahan. dari kamis hingga minggu sebenarnya agak down, pikiranku selalu bertanya bagaimana, kenapa dan apa yang harus aku lakukan.

sebenrnya sejak hari jumat nya pun aku sudah bergegas, berusaha bangkit. Dengan mencoba aplly sebuah kekosongan, bukan sekedar saran seorang kawan sebelum itupun aku sudah berniat. aku pikir, aku harus kembalii kejalan yang dulu pernah aku harapkan.  Asli, aku tambah yankin atas saran kawan itu untuk Aplly.

Dan satu minggu setelah itu malam ini, malam dimana walau lelah aku terus berusaha membuat riwayat perjalanan, aku melai mengisi kekosongan itu.  Dan kini aku berusaha bangkit kembali untuk melajalani. Yes, aku bisa banyak belajar lagi. Untuk kemudian menuju jalan yang ku inginkan. semoga!. Dan tak lupa, sebuah ucapan terima kasih untuuk tempat yang dulu, tempat dimana aku mulai mengenal semuanya.

Hidup memang penuh kejutan ya.!, kita tak akan pernah tau apa yang terjadi hari esok. Sebanarnya, jangankan hari esok, untuk dua detik kedepan saja kita tak akan pernah tau. Untuk itulah, tugas kita hanya menjalankan apa yang kita lakukan saat ini, lakukan sebaik-baiknya. Ada sebuah adagium, apa yang kau tanam hari ini dan hasilnya akan kau dapat kan kelak.  I Mean, jika kita melaksanakan kegiatan hari ini sebaik-baiknya makan hasilnya akan kau petik kelak.

Posting Lagi

28 Januari 2010

Asyik, bisa posting lagi. Dah beberapa hari ga bisa poting, selain karen dikosan sekarang jarang dapt koneksi, kalaupun anak lemotnya minta ampun. Untuk Buka Blog ini terkadang sering eror, karena mungkin terlalu banyak User. tapi Anehnya buka FB malah cepet, sialan juga.

Di kantor juga baru bisa nulis lagi. Lupa Paswordnya. Biasanya Pasword dan Username-nya udah aku remainder di Desktop. Nah berhubung desktop di kantor di Upgrade dari Ubuntu Versi 8 ke 9, jadi semua remaindernya ilang. Akhirnya hari ini, setelah ada waktu senggang bisa lagi deh posting….

__________________________________

Amnesia

17 Januari 2010

Ingin amnesia!!. Di kelas ketika mata kuliah logika dan algoritma, tiba-tiba terbesit keinginan untuk amnesia. Aneh..aneh.!!.

amnesiaBahasa Yunani Ἀμνησία) adalah kondisi terganggunya daya ingat. Penyebab amnesia dapat berupa organik terjadi kerusakan otak atau fungsional terjadi faktor psikologis. Amnesia dapat pula terjadi secara spontan, seperti terjadi pada transient global amnesia yang terjadi mulai usia pertengahan sampai usia tua, terutama pada pria, dan biasanya berlangsung kurang dari 24 jam.

 Bentuk amnesia. Anterograde amnesia: kejadian baru dalam ingatan jangka pendek tidak ditransfer ke ingatan jangka panjang yang permanen. Penderitanya tidak akan bisa mengingat apapun yang terjadi setelah munculnya amnesia ini walaupun baru berlalu sesaat. Retrograde amnesia: ketidakmampuan memunculkan kembali ingatan masa lalu yang lebih dari peristiwa lupa biasa. wikipedia.org)

Keinginan ini muncul berawal dari ketidak mampuan menimati kelas. Menikmati suasana belajar, baik dari segi materi yang disampaikan maupun dari suasana. Bagiku materinya terlalu “sukar” apalagi harus diulang-ulang, aku benci itu. Belum lagi soal suasana kelas yang riuh, rame tak terkendali.

Aku selalu berfikir bahwa suasana (lingkungan) yang kondusif tentu akan membuat semangat untuk belajar pun muncul. Nyatannya?, aku rasa untuk sementara ini tidak sesuai dengan harapan. Jiwa ini selalu tidak bisa menerima ketika kondisi yang dihadapi tidak sesuai dengan apa yang diinginkan.

Memang susah menerima keadaan dimana keinginan tidak sesuai dengan harapan. Apa yang terjadi?, dongkol dan tak menerima. tapi haruskah lari dari sebuah pilihan yang telah ditentukan?, tidak “lari” bukan Pilihan yang tepat, tapi harus dihadapi. Toh aku selalu berkata pada diri, bahwa yang terpenting dari sebuah pilihan adalah konsekuensi terhadap sebuah pilihan.

Memang untuk bisa menerima konsekuensi dari sebuah pilihan itu berat. Apalagi ketika dihadapkan pada kondisi seperti ini, ketika pilihan tidak sesuai dengan harapan. Itulah kenapa sebuah pemikiran tentang keinginan untuk amnesia muncul. Kalau saja bisa kembali masalalu ingin kuhapus tentang harapan harapan yang terlalu besar itu. 

Masudnya hanya pada amnesia pada “belum” mendapkan sebuah kondisi kelas yang aku rindukan.  Dan amnesianya cukup amnesia transient global amnesia yang biasanya berlangsung kurang dari 24 jam. Karena aku juga ingin seperti mereka yang menikmati indahnya proses belajar di kelas. Sehingga apa yang diberika dosen tidak masuk kuping kiri dan keluar kuping kiri juga!!.

sejujurnya harapan amnesia itu hanya sebuah kekesalan pada diri ini saja. Diri yang iri ketika melihat orang lain larut dalam suasana kelas. tapi aku selalu berfikir, bisakah aku larut seperti itu???. entah, biar waktu yang menjawab!.

Menulis Estafet di Facebook

16 Januari 2010

Beberapa minggu lalu di youtube Aku menyaksikan acara Kickandy episode yang episode menulis. Ada salah satu bagian yang kusuka, yatiu episode menulis yang prosesnya menarik menurutku. Prosesnya itu adalah proses menulis secara estafet. Penulisan itu ditulis bergantian oleh beberapa 4 orang anggota milis. ditulis oleh anggota milis yang pertama, kemudian di lanjutkan oleh anggota milis yang lain dan begitu seterusnya.

Disini lain aku mulai kerepotan dengan aktivitas facbookku yang terkadang berjamjam tanpa ada hasil yang jelas. Aku sudah mulai mengandrungi situs jejaring sosial itu. dan aktifitas Blogging dan autodidakku pastinya banyak tergangu dari FB itu.

dari rasa penarasan ingin mencoba menulis estafet dan Kegerahan terhadap FB. Mungkin seru kalau mengajak kawan SMA dulu, kebetulan kami ada sebuha perkumpulan yang bernama Q-ta, ide yang bagus.

Kemudian kugnakan fasilitas message di FB. Kukirim PM (pivate message) ke 6 kawanku itu. Beginilah alasan ku mengapa menggunakan FB pada kawan tentang ide yang terispisai dari cerita itu:

Pertama, Kenapa tidak memanfaatkan FB ini untuk hal yang “posistif”???, bukan sekedar just for Fun doang dan kemudian baru nyadar kalau Pulsa inet abis berjam-jam hanya untuk Fb-an, tanpa hasil. Kedua, Q-tA semua punya account FB, silaturahmi melalui FB, karena jarak sudah memisahkan Q-tA. Kenapa Q-tA tak mencoba menulisakan cerita2 Q-tA dalam FB ini. Menarik,!,apalagi jika Cerita Q-tA ini menjadi sebuah novel tentu akan ada kepuasan dan kebanggan tersendiri. Ketiga, Sebagai penganti program2 Q-tA yang telaksana.

Dan hari ini sudah sekitar 16 hari berjalan, tapi perjalannya “lelet”. Sepertinya respon anak-anak juga kurang begitu bagus. Buktinya dalam jangkawaktu dua minggu ini, hanya baru satu orang yang post itupun tak nyambung..haah. Tapi itu malah malah dibukana untuk hal lain orang kawan kawan yang lain. hmm..

Apa buat boleh sepertinya mereka kurang tertarik. Mungkin ada Blogger yang tertarik???.

Sebut saja Sae

16 Januari 2010

Jika boleh memilih, tak ingin berada di kota ini. Apalah daya, kota inilah yang paling menjanjikan untuk melanjutkan kehidupan. Tapi, suatu saat aku akan kembali ke kampung halamanku, janji seorang kawan mengakhiri percapan di metro ini malam itu.

Sebut saja Sae, kawanku yang satu ini. Dia Ku kenal beberapa bulan lalu ketika kami sama-sama memasuki kelas baru. Lebih tepat nya kapan?, aku lupa. Wajar jika aku tak begitu mengenalnya. Informasi yang ku tau hanya nama dan tinggal tak berapa jauh dari rumah kost-an ku. Nomor dan jalur metro mini kami  juga sama dan  searah yaiut 75.

Tadi malam ketika akan berangkat ke kampus, di metro mini aku bertemu Sae. Awalnya memang agak kecewa, karena aku tak bisa menikmati macet ditemani buku yang sebelumnya sudah ku persiapkan. Pikirku, pasti akan ada banyak obrolan “kosong” tentang kekonyolan di kelas ataupun hal lainnya.

Aku duduk bersebelahan dengannya. Mulailah terjadi percakapan kecil, tentang obrolan kosong yang ku prediksi sejak tadi. Percapan awalnya sekedar hal-hal spele, tentang jalur macet yang sering kami lewat, tetang persiapan UAS, tetang dosen yang “kurang pas” dan tetang kekoyolan anak-anak kelas. Sebenarnya aku bosan dan muak membicarakan tentang hal seperti itu, kupikir lebih baik aku memejamkan mata saja, ah..namun tak enak juga seolah aku tak menghargai kawan.

Kemudian tema percakapan pun mulai beralih, ketika metro mini yang kami tumpangi terjebak macet.  Owh…dia curhat colongan. Alamak…di tempat seramai ini?, tapi ya wiieees-lah aku kan terbiasa menjadi pendengar tentang kisa hidup kawak-kawanku.

Dari ceritanya aku tau, kalau dia adalah anak pertama. Dia harus menjadi tulang punggung keluarga semanjak dia keluar SMA. Ayahnya sudah tua, ibunya telah meninggal dunia. Dua adiknya kini masih di SMA dan satu lagi keluar dari sekolah karena “nakal”. “kini sedang belajar mencukur Rambut”, dia menjelaskan kegiatan adiknya yang telah DO-itu. Kesemua adiknya itu, 80% dia yang membiayainya dan sisanya oleh ayahnya.

Hmm..sungguh hebat kow kawan. Dengan beban yang, menurutku sangat besar, tapi kau masih mampu dan semangat untuk melanjutkan sekolah. Pagi kerja buat bantu orang tua, biaya adik-adikmu dan biaya sekolahmu dan dan malam kow sekolah untuk mengejar mimpimu. dan Sabtu-minggu dikala aku leha-leha kau segera mencari pekerjaan sampingan, agar tetap bisa bertahan. Sedangkan Aku..!!, rasanya kurang bersyukur sekali aku ini.

Untuk bekerja dan membantu orangtua, dia rela meninggalkan kampung kelahirannya semanjak lulus SMA. Bahkan dia rela bekerja sampai ke Pulau dewata dua tahun silam demi membatu keluarga. Ketika ia bercerita tentang ibunya meninggal, karena serangan jantung. Aku ikut terenyuh, apalagi dia tak bisa mengantarkan ibu nya ke peristirahatan terakhir atau bahkan melihat jasad sang ibu untuk terakhir kalinya pun tidak. Dia tak bisa pulang hari itu juga ketika mendapatkan kabar duka itu. (mungkin) karena uang yang dia miliki sudah digunakan untuk berobat ibuny tiga bulan sebelumnya.Matanya berkaca-kaca  mengingat itu semua. aku membayangkan jika itu terjadi padaku, ketika aku berada di rantau , orang yang aku sayangi meninggal…, Ah..aku jadi mengingat mereka semuah.

Tak terasa perjalanan kami sudah di depan Kampus, Sekitar 1/2 km lagi. Kondisi jalan rada-rada macet. Dia bilang, aku mulai bosan dengan jakarta dan kemacetannya ini. A Jika boleh memilih, tak ingin berada di kota ini. Apalah daya, kota inilah yang paling menjanjikan untuk melanjutkan kehidupan. Tapi, suatu saat aku akan kembali ke kampung halamanku, janji seorang kawan mengakhiri percapan di metro ini malam itu.

Menikmati Macet

6 Januari 2010

Pagi ini mulai menikmati aktifitas lagi.  Jika pagi kemarin, badan ini terasa sangat letih dan jadi sedikit malas bangun. Hampir sama saja, lelah masih mendera tapi rasa malas itu sedikit dapat dikuasai.

pagi ini, aku teringat tentang harapan tadi malam. Apa itu?, adalah berharap macet.Bukannya macet itu menyebalkan, apalagi yang naik angkutan Umum. Sudah panas (gerah), Asap kendaraan yang tak bersahabat, pedagang asongan yang naik turun manjajakan dagangannya, belum lagi pengamen dan pengemis. Kok bisa berharap macet?, Karena dengan macet aku bisa membaca, sebanarnya tak berharap-berharap amat.

Bertemu dengan macet adalah hal yang mulai lumrah bagiku, boleh di bilang hampir menjadi rutinitas. Apalagi jika berangkat menuju kampus, sekitar 30 sampe 45 menit kulalui perjalan dari kostan ke kampus. Jalur yang ku lalui memang jalur macet walau tak parah sekali. bagiku macet memang membosankan!!, namun karena itu sudah mulai menjadi rutinitas, maka aku harus cari cara untuk membuat perjalanan itu menyenangkan. Awalnya, aku memilih tidur, atau hanya sekedar memejamkan mata. Memang tak nyaman, apa boleh buat dari pada hati ini di buat dongkol, ya menndingan tidur pikirku. Tapi Ketika nyampe kampus, ngantuksnya masih ada, terlihat kuyu bukannya fresh, mungkin karena tidurnya cuma sebentar. Ketika di kelas malah tambah ngatuk , di kelas bukannya menikmati belajar malah bergelut melawan kantuk.

Kalau seperti itu ga beres, bukannya menyelesaikan masalah tapi nambah masalah. Ku putar otak…, ah kenapa tidak aku coba membaca saja pikirku. hm..boleh juga.. Membunuh kebosanan ketika macet dengan membaca, dari pada hati dongkol atau sekedar tidur. tapi karena itu di jalan dan susananya ga ebak, maka bacaannya jang yang berat-berat (kertas aja jangan besi !!,,) mungkin majalah ato Novel. Okelah kalu begitu, ku coba..

Sudah beberapa hari ini aku melaksanakan ide ku itu. aku mulai menikmati kebiasaan baruku itu, menikmati macet. Lumayan juga, selain hati ini jadi tak dongkol dan nyampe kampus masih fresh dan di kelas ga ngantuk-ngatuk amat dan aku dapat sedikit pencerahan. Perjalanan pun tak terasa, sudah hampir sampai saja ketika ku tengok di jendela, malah pernah kelewat karena keasyikan terpaksa harus jalan lagi..(itu masih jadi Pe-Er).  

disini aku belajar tentang bayak hal, tentang memanfaatkan waktu, mengolah emosi dan mengarahkan untuk hal positif dan aku mulai menumbuhkan lebiasaan membaca. Semoga aku selalu bisa menikmati macet itu dengan membaca.

Ide dan Ingin

5 Januari 2010

ideBanyak ide itu bagus. Tentu lebih bagus ide itu, ide kratif dan orisinal. Bayak ide tapa realisasi bagaimana?,Percuma juga hanya menjadi setumpuk “sampah”. Banyak ide dan diwujudkan dengan realisasi ide itu sangat bagus. tapi kalau ingin semua ide diwujudkan dalam waktu yang bersamaan?, YA.. kalau bisa mewujudkan semuanya itu mantabs. Tapi kalau tidak?, yang ada semua ide hancur karena tak jelas mana yang akan di realisasikan.

Banyak keinginan itu bagus?. dari pada tak punya keinginan. Semakin banyak keinginan akan semakin semangat mengejar keinginan. Tapi jangan diam (bingun) kalau ada yang tanya, mana yang paling kamu inginkan. Kemudian hanya bilang ingin semuanya saja. Apa bisa?. kalau bisa kenapa tidak..kerjar aja keinginanamu. Kalau tidak?. wasalam!!!, ya ada semua keinginan hancur karena tak jelas mana yang harus di kejar.

=================================================================================

Pagi ini bangun telat. Badan ini terasa sangat letih. (mungkin) karena hari pertama melaksanakan aktifitas normal kembali. ya aktifitas normal, setelah beberapa hari sebelumnya menikmati libur.

Bangun pagi ini tidak seperti biasa, tak  langsung ke kamar kecil. Karena lelah, bangun pagi ini hanya terdiam, menikmati “remuknya badan ini. Dan pikiran menerawang  kosong. Ku beri sedikit dorongan diri agar bangkit , tetap tak mamapu membangunkan. hanya masih hanya menatap langit langit yang sudah tak bersih lagi.

Ku coba lagi, tetap ada rasa berat hanya untuk sedikit mengangkat badan. Kemudian kucoba lagi…, ahay..kali ini berhasil, rasa lelah berhasil kukalahkan. setelahnya, kutuju kamar kecil, ah..masih penuh, biasa anak kost pagi pasti penuh…. Balik ke kamar lagi, ku baringkan badan. Pandangan, tentu ke arah lagit-langi itu. tapi kali ini tak kosong lagi. Tepikir tentang ke inginan yang tak jelas dan sedikit ide. Modalku hanya sediikit semangat yang ada untuk mencari Ide dan mewujudkan keinginan, pikirku

Kemudian aku teringat tentang percakan dengan kawan tadi malam. Keinginannya hanya “sederhana”, pembuktian pada diri bahwa saya bisa, katanya. Memang keinginanmu apa kawan?, ingin cepat menikah. aku bosan, tambahnya.

Resolusi Boeding

1 Januari 2010

Ini bukan pagi lagi, tapi sudah siang, tapatnya sudah pertenganhan ssiang. Tak apalah untuk sebuah postingan diwala tahun. Hari ini adalah 1 Januari 2010.  Awal tahun, biasanya sebagian orang mempersiapak sebuah resolusi.

Resolusi, apa itu resolusi?. Setauku resolusi itu untuk menunjukan ukuran ketajam gambar, berapa resolusinya?? 2,5 Megapixels, misalnya. Kalau dilihat dari kata darinya mungki re-kembali, solusi ya jalan pemecahan terhadapa suatu masalah.  Dalam KBBI (2005), seperti di kutif dari wikimu, resolusi adalah Putusan atau kebulatan pendapat berupa permintaan atau tuntutan yang ditetapkan oleh rapat (musyawarah, sidang); pernyataan tertulis, biasanya berupa tuntutan tentang suatu hal. Karena kata resolusi ini kata serapan dari bahasa Inggris yaitu kata resolution, maka dalam kamus Inggris versi Oxford.Salah satu maknanya adalah : something one makes up one’s mind to do : her resolution never to marry.

Nah, kalau pakai bahasa Inggris memang lebih tepat untuk menggambarkan janji diri dalam Tahun Baru. Resolusi adalah janji. Apa resolusi mu tahun 2010 ini?, tanya ku pada seorang kawan. Menjadi lebih baik jawab singkat. Lalu apa resolusi mu di tahun ini?? balik bertanya.

Resolusi untuk boeding di tahun ini lebih sering update kalau tidak bisa sehari sekali di kala pagi, ya minimal harus 2 hari sekali. Agar pagiku benar-benar bermanfaat. Tidak jadi blogger “kuper” dengan rajin blogwalking dan Kopdar. Bebarapakali di ajak kopdar di tahun kemarin oleh Julie, bahkan idana malah nantangin, kalau agaku ga akan “berani ” kopdar. Alasanya banyak..hari sabtu lah ada acara, ada kuliah lah, pengen refreshing lah. Okelah kalau begitu, di tahun 2010 ini harus rajin kopdar, minimal sebulan sekali. Ssaran, kopdarnya jangan di mall aja geh..kali kali di alam terbuka gitu.