Berawal dari KIR, Berakhir di PR Postingan
10 Nopember 2011
Sudah lama tak posting di blog ini. Bukan bermaksud melupakan blog boeding ini ketika sudah punya yang baru. Tidak, jelas saya tidak akan meninggalkan blog ini. Lewat blog ini awal saya mengenal tentang dunia blogging, content, web design, social media, online advertising dan banyak lagi. Lewat blog ini pula saya juga mengenal banyak orang. Nah walau jarang posting, saya tak akan melupakan dan meninggalkan blog ini.
Ya, blog boeding ini begitu banyak cerita buat saya. Awal ngeblog boeding ini ada banyak curhatan dan opini, tapi itu selalu membuat saya merasa ‘plong’. Lewat blog saya merasa menemukan medium untuk menulis dan berkomunikasi. Salah satu hal menarik dari sekian banyak yang menarik dari blog adalah adanya PR postingan.
PR Postingan
PR disini bukan pagerank, pekerjaan rumah, tapi sebuah postingan beratai tentang sebuah tema posting dari seorang blogger. Kemudian blogger tersebut merekomendasikan teman yang lain untuk membuat postingan dengan tema yang sama. Biasanya berupa conten list atau pertanyaan yang harus di jawab dalam postinga. Ya, blogger menyebutnya PR.
Saya selalu senangnya ketika menerima PR postingan. PR postingan ini selain sebagai sebuah game, juga sebagai sarana berkomunikasi dengan blog lainnya. Serta sebagai sarana membangun Backlink eksternal yang berkualitas, sehingga blog kita di kenali Seach Engineu. Kok bisa? ya karena biasanya seorang blogger yang merekomendasikan akan memberikan melink ke blog yang di rekomendasikan.
Namun ketika chanel social media yang lain sudah mulai booming. Rasanya PR postingan itu sudah mulai jarang bahkan ditinggalkan. Para blogger lebih senang berkomunikasi dengan sesama blogger lainnya lewat facebook, twitter dan chanel social media lainnya. Wajar, karena Facebook dan Twitter lebih memeberikan kemudahan untuk berkomunikasi.
Menghidupkan kembali PR postingan bagi blogger, kalau kata syahrini mah sesuatu banget. Apalagi di boomingnya facebook dan twitter. Dan saya akhirnya mendapat PR postinga kembali.
PR kali ini dari jayboana, anggota komunitas dblogger yang tinggal di Depok. Baiklah saya mengerjakan PR Postingan dari jay. Apap PRnya, coba cek dulu di postingannya jay.
***
Berawal dari KIR
SMA adalah masa teridah, saya termasuk setuju. Ada banyak cerita di SMA mulai dari Cinta dan persahabatan. Cerita tentang aktif di OSis atau eskul lainnya.
Biacar soal Eskul, Waktu SMA, saya aktif di KIR SMAN 1 N 1 Malingping. KIR SMAN 1 Malingping ini termasuk salah satu kelompok KIR yang disegani di tingkat nasional. Terbukti dengan sering memenangi Lomba Karya Ilmiah Remaja di tingkat nasional. Ya walaupun saya pernah bisa menghasilkan prestasi, tetap saya selalu bangga pernah menjadi bagian dari KIR.
KIR SMA waktu tahun itu di BIna oleh Pak Dani. Dan dia adalah termasuk guru favorit bagi saya. Dia banyak memberikan pencerahan soal penelitian, spirit untuk berani menulis dan kreatifitas. Tak hanya di dalam kelas tapi di luar kelas. Kami (team KIR) bahkan sering berbicang hingga jam 2 pagi dengan Pak dani. Bahkan di Kala sabtu minggu Anggota KIR bisa datang kerumahnya. Dedikasinya untuk KIR sangat luar biasa, tak heran kalau KIR begitu berprestasi di kancah Nasional.
KIR atau Kelompok Ilmiah Remaja adalah Eskul Favorit Saya. Ya, karena karena di KIR ini saya banyak belajar. Belajar tentang bagaimana menulis, menulis Ilmian dan yang terpenting belajar berani menulis. Kir juga memberikan pelajaran tentang mind map, memecahkan masalah, berfikir kritis. BElajar untuk persetasi Hasil penelitian sederhana dan harus siap di cecar dengan pertanyaan.
Dab di KIR inilah perjanan hidup saya dimulai. Saya jadi berani menulis dan memulai untuk menulis. Membuat penelitian sederhana dengan analisisa dan pemecahan masalah. Suatu ketika deadline pengumpulanm essai, saya sampai harus begadang jam 1 pagi untuk menulis essai, ya walapun kesokan harinya di tolak, tapi saya tetap mencoba kembali. Kemudian saya mencoba untuk mengirimkan opini ke Koran Lokal, dan tulisan saya dimuat, itu sesuatu banget.
Setalh lulus SMA, kakak kelas dahulu yang sudah jadi jurnalis akan membuat majalah lokal di Tangerang. Kemidan saya di ajak bergabung Dari modal tulisan itu, kemudian saya dapat kesempatan untuk ‘belajar’ di Majalah lokal di Tangerang itu. dan hingga hari ini saya berda disni mengupdate blog ini juga tentunya tak terlaps dari KIR itu.
***
Dan monggo PR dilanjukan oleh
Rumah itu Rumah Kita!
14 September 2011
“Mang Turun didepan ya’ begitulah permintaan seorang penumpang laki-laki pada kenek Mini Bus persis di depan rumah dengan plank itu. Laki-laki itu sebut saja samin. Ya, Samin seorang anak dari daerah kecil bernama Malingping sedang ingin pulang Kampung. Meninggalkan penatnya ibukota, Jakarta.
Samin memutuskan untuk tidak berhenti di rumah orang tuanya. Ia memilih untuk berhenti di rumah yang berplang itu. Ia ada janji dengan kawan-kawannya untuk bediskusi disana, berdiskusi tentang bagaimana kemajuan dan kendala kegiatan mereka.
Walau rumah berplank itu terbuat dari bambu. Didndingnya dari bambu dan tiang penyangganya dari bambu. Atapnya dari daun rumbay berwarna coklat mudah. Hampir seluruh bagian bahan penyusun itu dari material ‘tradisional’ bersal dari Malingping. Tapi tetap saja desain rumah itu menwan sehingga terkesan sangat modern, bahkan lebih indah dari rumah tradisionil di Jakarta kebanyakan.
Halamannya pun sangat luas dan tertata sangat rapih. Banyak pepohonan dan tanaman-tanaman budidaya disana. Ada tanaman budidaya yang sengaja untuk dibudidaya disana atau hanya sekedar bahan percobaan untuk mencari Tanaman berkulitas untuk kemudian di terapkan di budidaya untuk petani.
Di Belakangnya tak jauh beda dengan halaman depan. Masih rindang, banyak pohon dan tanaman budidyaya. Bedanya, di belakang ada kolam kecil, dipinggirnya ada tanaman obat dan budidaya yang terlihat memanfaatkan ruang kosong yang ada.
Di sebelah kanan halaman yang rindang rumah itu, terlihat ada sebuah pendopo, hanya tiang-tiang penopang tanpa ada didingnya. Itu tenyata tempat diskusi dan pelatihan, terlihat ada infokus dan layar putih yang lebar disana. Material pembuatan bahannya pun tak jauh dengan rumah itu, bambu. Beratapkan dari daun rumbay, tiang dan lantainya dari bambu.
Disebelah kiri depannya itu ada 2 buah ruko. Ruko pertama, bejejer banyak PC yang terhubung dengan koneksi internet. Sepertinya itu warnet. Ruko kedua, untuk warung. Bukan seperti warung kebanyakan, karena ternyata warung itu hanya menjual hasil budidaya dari rumah itu dan petani lainnya.
Di Plang depan Rumah itu ternyata bertuliskan “Rumah Q-ta”
Tidak akan pernah berakhir
13 Juli 2011
Hasrat dan akal itulah dua dari sekian banyak keunggulan manusia ketimbang hewan. Dan dua hal itu saya pikir membuat orang hidup itu menarik, penuh tantangan dan perjuanga.
Ibarat sayur tanpa garam, ibarat seks tanpa orgasme, begitupula hidup tanpa keinginan dan impian itu hambar. Asli hambar banget. Banyangkan hidup kita datar-datar aja tanpa ada sesuatu yang ingin kita capai. Pasti memobsankan. Jadi kita butuh yang namanya keinginan agar hidup ini lebih menarik.
Ingin ini..ingin itu banyak sekali, itu lirik OST Doraemon versi indonesia. Ya begitulah manusia: banyak keinginannya dan keinginan itu yang membuat hidup kita menarik. Keinginan itu muncul ya karena kita punya hasrat. Dan karena hasrat itulah kita berjuang untuk mewujudkanya. Akal adalah salah satu tools pentingnya untuk mewujudkan keinginan-keinginan itu.
So, selama kita masih punya keinginan, serta punya akal dan semangat untuk mewujudkannya. Maka Fight untuk mewujudkan keinginan itu Never ending kawan. Ya, akan terus-terus berulang. Setelah keinginan itu tercapai, ya maka akan ada keinginan lainnya dan tentunya akan ada selalu perjuangan mewujudkan keinginan. Jadi Fight never anding untuk mewujudkan keinginan.
disclosure: Postingan ini juga di ikutsertakan dalam Fight Never Ending Competition guna menyambut ultah ke 3 blognya teh Any. Selamat ulang tahun, semoga teuteup eksis untuk terus ngeblog, berbagi dan mencerahkan.
Selamat Ulang Tahun #detikcom13th
13 Juli 2011
Angka 13 bagi sebagian orang angka keramat. Tapi mungkin ya atau mungkin sebaliknya bagi detik.com yang kini berusia 13 tahun.
13 tahun, bukan sebuah perjalanan yang tak sebentar bagi sebuah perusahaan media yang berbasis online. Tentu sudah banyak asam garam dunia online yang di lalui untuk selalu menjadi yang terupdate dan terakurat di detik ini juga hingga kini. Mulai dari badai dotcom di era 2000-an hingga kini dimana para pemilik modal yang sudah masuk ke media online.
Di #detikcom13th ini, semoga detikcom kedepan selalu tetap menjadi yang terupdate dalam hal informasi dan pemberitaan. Menjadi rumah yang nyaman bagi para netizen di indonesia, baik melalui kanal beritanya maupun forum dan blog. Serta akan banyak inovasi-inovasi baru mengingat semakin perkembangannya pengguna internet di indonesia. Dan pastinya selalu menjadi rumah yang nyaman bagi para karyawannya.
Selamat ultah #detikcom13th *muah
Dan PRJ pun Membuat Saya Pegal
4 Juli 2011
Pekan Raya Jakarta sebuah event tahunan untuk menyambut ultah jakarta dan di ultah yang ke 484 tahun hari jakarta pun tentu tak lepas dengan dilakukannya event ini. Tadi siang saya memutuskan untuk ke PRJ, karena pas weekday ga mungkin juga. Dan saat ini, sambil menulis postingan ini saya saya sedang menikmati kepagalan, Kaki pegal sekali, setelah berkeliling di JI Ekxpo tempat dilaksakannya Pekan Raya Jakarta.
Ke PRJ Naik Busway
Saya tinggal di didaerah Pejaten, cukup jauh memang untuk ke tempat dilangsungkannya PRJ. Tapi, saya tak khawatir selama ada Trans Jakarta/busway. Saya naik dari Halte Pejaten di Koridor VI, berdasarkan info dari kasir di halte itu bahwa Jalur Busway Menuju Pekan Raya Jakarta saya harus dua kali transit, pertama di Halte Halimun -satu halte sebelum dukuh atas, halte terakhir Koridor VI- dan kedua di Matraman.
Setalah dari Transit di Halte Matraman, saya naik ke Arah Ancol dan turun di Halte Jembatan Merah. Dari halte Jembatan merah, jalan sedikit lalau naik Mikrolet 53 ongkosnya cuma 200 rupiah, karena mikroletnya tidak sampe ke depan PRJnya kita harus jalan sedikit, sedikit.
Akan tetapi setelah di Halte Pasar Senen, saya sadar bahwa ternyata Jalur Busway Menuju Pekan Raya Jakarta bisa juga melalui Halte Harmoni - Centralnya Busway -, menuju ke arah Pasar Senen dan transit disitu. Setelahnya sama dengan yang atas, naik kearah ancol dan turun di jembatan merah.
Tapi ya itu, karena itu jalur busway Jalur Busway Menuju Pekan Raya Jakarta yang padat (banyak orang yang naik) apalagi ini weekend, tantu banyak yang ke sana dan juga ke Ancol. Akhirnya saya lebih banyak berdiri menggunakan moda transportasi ikon Jakarta itu. Dan diperparah jarak dan waktu yang ditempuh juga luamayan jauh, alhasil perjuangan saya ke PRJ semakin
Seru, ya karena saya harus berdiri, waswas ya karena batre di si LilG saya sudah hampir sekarat dan pasti saya akan kebilangan banyak moment untuk di share dan diphoto
Sesampainya di depan JI Ekspo, seperti perkiraan saya sebelumnya. Batre lilG saya ’sekarat’ dan artinya saya tak bisa begitu eksis, ihik.
Jadi?
*nanti saya lanjutkan eksis ngblognya ![]()
Emas, Investasi yang Aman?
30 Juni 2011
Investasi, hayoo Investasi dan Investasi , begitulah kata teman yang selalu mengingatkan tentang Inviestasi. Memang penting sih, toh untuk masa depan juga. Tapi kalau untuk saya sekarang ini boro-boro investasi, wong kebutuhan saya saja masih banyak (*ehh).
Kata teman, pilihlah investasi yang ‘aman’ dan nilainya akan terus meningkat. *Ya iya lah masa mau investasi mau rugi dan malah menurunkan aset kita, siapa pula yang mau.
***
Investasi, tapi saya selalu ingat emak saya. Kalau ada rejeki lebih dan ada uang sisa, belau biasanya membelikan uang itu ke emas / gold. Waktu SMA saya suka bertanya, kenapa harus emas/ Gold?. Katanya emak, ya karena harga dan nilai dari emas/gold itu tidak akan turun jadi lebih ‘aman’ dan kalau lagi kepept butuh uang bisa langsung di jual dan turunnya ga terlalu jauh, jadi masih untung lah.
Wajar juga sih, dan toh itu juga saya pikir, pemikiran itu di pegang tak sedikit oleh orang indonesia. Kalau mau investasi mau yang aman ya harus di emas/Gold. Tapi sebenarnya tidak juga sih, ada juga cara dan medium investasi yang aman yang lainnya.
ide itu penting, tapi eksekusinya?
26 Juni 2011
Ide memang datang tiba-tiba, bahkan di dalam ruang dan waktu yang terduga. Menariknya ketika ”dipaksa’ malah tak keluar, malah jadi kacau.
Tentu banyak cara untuk ‘mencatat’ ide yang di anggapa menarik dan briliat. Melalui buku saku atau agenda, itu mungkin hal biasa. Malah bagi saya serasa aneh ketika orang membawa buku saku. nah, di era sekarang ini, hanphone mungkin bisa menjadi pilihan. Biasanya tersedia aplikasi note, atau bagi smartphone bisa cari aplikasi-aplikasi untuk itu. Kalau ‘malas ‘menulis ya bisa menggunakan perekam suara.
Nah itu soal mengantisipasi ide yang terkadang datang bak jalangkung, datang tak di undang. Lalu bagaimana dengan eksekusinya? . Punya ide keren, tanpa eksekusi ya sama saja bohong. Atau malah menunda eksekusi ide, kemudian beberapa bulan kemudian orang sudah bergerak dan bertindak dengan konsep kurang lebih sama dengan ide yang kita pikirkan. Nyesel deh. Lucunya banyak yang punya ide tapi tanpa eksekusi atau tanpa ada keberanian mengeksekusinya.
Dan terakhir, pelu juga sih rasanya penyelaras ide. Maksudnya apakah ide kreatif itu realistis untuk di eksekusi?, jangan-jangan ide kita itu terlalu mengawang-ngawang.
note: sekedar postinga mengingatkan saya, syukur-sykur juga bisa mengingatkan orang lainnya,
Tipe Pembelajar yang Manakah Anda?
22 Juni 2011
Nah, di artikel sebelumnya saya menulis tentang belajar Otodidak di internt. Nah kali ini saya mencoba mengajak kita memahami tipe pembelajar apakah kita ini!.
Tipe pembelajar ini saya dapatkan dari bukunya Yoris sebastian di Bukunya OH My Goodness Creative Jungkies. Dalam buku itu di jelaskan bahwa 4 tipe pembelajar yaitu Tipe Terminal, Tipe tangga, Tipe Atas dan Tipe Puzle.
Tipe terminal : Tidak proaktif untuk mengetahui suatu hal.Lebih cendrung menungguuntuk diberitahu apa yang harus di pelajari dan harus dikerjakan. Menyukai orang lain memberitahukan padanya apa yang perlu mereka ketahui dan pikirkan.
Tipe Tangga: Tipe embelajar yang step by step. Tipe seperti ini membutuhkan penjelasan secra bertahap dan baru melanjutkan ketahap selanjutnya setalah memahami dan benar-benar mengerti tahap sebelumnya.
Tipe Atap: Tipe ini biasanya tidak menyukai belajar tahap demi tahap. Tetapi lebih cendrung ingin mengetahui gambaran secara umumtanpa harus tahu detailnya. Tipe pembelajar seperti ini menyukai gambaran yang luas atau keseluruhan dari suatu hal.
Tipe Puzle: Tipe pembeljajar seperti ini biasanya mempunyai rasa ingin tahu yang besar. Memorinya bagus dan mempunya pengetahuan umum yang sangat banyak. dia mampu merangkai beragam pengetahuan dan menyatukannya dalam sebuah informasi yang bermanfaat.
Nah, tipe pembelajar apakah anda?.
Internet Bikin Saya Otodidak
15 Juni 2011
Belajar itu tak mengenal batasan usia dan batasan tepat. Kapan saja, dimana saja dan siapa saja. Itulah yang saya pahami. dan rasanya dengan adanya internet kata bijak bahwa belajar itu tak mengenal usia, ruang dan waktu itu itu semakin nyata.
Internet telah mebuat proses belajar itu semakin mudah. Bahkan dengan adanya internet, terkadang tak perlu guru (seperti layaknya di sekolah) untuk mempelajari sesuatu. Cukup belajar otodidak saja dengan mencari sumber/bahan belajar di internet.
Saya termasuk orang yang menikmatinya dan bersyukur bisa menikmati elarning dan otodidak di internet. Ya, walaupun skill saya belum seberapa, tapi bagi saya sangat yang selalu membosankan untuk datang ke kampus, apalagi jakarta yang macetnya menggila, belajar di memanfaatkan internet memang pilihan yang tepat.
Namun belajar otodidak juga tak semudah membalikan telapak tangan. Selain perlu niat, semangat dan kosistensit, pelu juga self targeting yang jelas. Belum lagi agak susahnya menemukan tutorial yang ‘pas’ dengan kebutuhan, apalagi yang penguasaan bahasa inggrisnya berantakan tambah repot.
nah, hal untuk itulah perlu rasanya skiil googling yang memadai. Ya walaupun google sudah mengupdate alogaritma pencariannya, terkadang kita malah terjebak pada web atau blog yang autoblog yang hanya memberikan ’spam-spam’ . Maksudnya, yang muncul di pencerain kita hanya kontent-konten dari blog tersebut, padahal tak ada infomarsi yangs sesuai.
Kedua, ya bertanya dengan kawan di social media. di facebook atau di tweeter, tapi saya lebih suka di forum seperti kaskus, pasalnya banyak netizen yang berkumpul disana dengan minat dan hobie, serta keahlian di bidang yang sama. tinggal cari saja kanal-kanal di forum yang sesuai dengan yang kita mau, atau bikin thread baru untuk bertanya.
Wordpress, tentu anda tak asing lagi dengan Platform blog ya satu ini. Bagi saya ya tentu sudah menjadi keseharian bergulat dengan wordpress ini. Tak hanya blog ini saja yang menggunakan wordpress tapi blog saya yang lainpun menggunkan Wordpress.
Sudah banyak alasan kenapa harus menggunakan wordpress. Silahkan sowan ke Mbah Google atau tanya ke para pengguna wordpress alasan mereka menggunkan blog. Lantas, apa yang akan saya tulis dipostingan kali ini tentang wordpress?.
Ya, kali ini saya hanya sekedar sharing tentang wordpress yang telah memfasilitasi untuk komentar menggunakan Facebook dan Twitter. Seperti kita ketahui, sebelumnya hanya ada dua yaitu dengan menggunakan komentar Guest atau harus login user Wordpress. Tentu dengan penambahan ini akan membuat blogwalking dan melaksakan aktifitas blogging jadi lebih menarik, karena yang komentar lebih ‘real’.
Selain itu juga tersedia pengaturan untuk tampilan sistem komentar termasuk pengaturan tema warna (gelap dan terang). Kita mengecek pengaturan sistem komentar di menu Settings > Discussion. Nah bagi para blogger yang menguunakan wordpress mungkin bisa segera memanfaatkan ini.
Dan bagi kawan-kawan yang belakangan merasakan kurang nyamannya komentar di blogdetik akibat adanya code otentikasi, mungkin ini bisa menjadi alternatif. Namun saya saya sudah mencoba mengaktifkan tetapi tak menemukannya di blogdetik ini, semoga nanti segera ada.